css

Sabtu, 21 April 2012

TRANSFORMASI DEMOKRASI DAN OTONOMI DALAM TATA PEMERINTAHAN DESA


Penelitian  ini membicarakan Transformasi Demokrasi dan Otonomi dalam tata Pemerintahan Desa Mengwi Era Transisi: Perspektif Kajian Budaya. Dalam memahami persoalan  ini dicermati sosok tata pemerintahan desa seiring berakhirnya kekuasaan Orde Baru. Dalam era transisi yang dimulai sejak 1998 terjadi pergeseran sistem  pemerintahan dari yang berorientasi pada negara ke masyarakat, dari sistem otoritarian ke egalitarian, dan dari praktik pemerintahan (government) menjadi tata pemerintahan (governance). Kondisi ini disertai dengan implementasi kebijakan demokratisasi dan desentralisasi hingga ke tingkat desa yang menggeser pola hubungan kekuasaan antara pemerintah pusat-daerah dengan desa.
Namun, masih ada beberapa persoalan yang muncul dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, khususnya di tingkat desa. Adanya kesenjangan antara kenyataan (das sollen), yakni masih adanya persoalan hubungan dalam sistem dualitas desa dan harapan (das sein) bagi terwujudnya tata pemerintahan di tingkat desa mendorong dilaksanakannya penelitian ini. Persoalan khusus yang dicermati adalah transformasi demokrasi dan otonomi desa yang terjadi selama era transisi, yakni era pascakeruntuhan rezim Orde Baru (1998-2008).